Kamis, 03 Desember 2020

Review: Manajemen Humas dalam Meningkatkan Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat di SMP Nahdatul Ulama Medan


Maksud dari tulisan ini dibuat adalah untuk mememenuhi tugas Ulangan Akhir Semester mata kuliah Administrasi dan Manajemen Pendidikan dan mereview jurnal untuk mengetahui Majemen Humas dalam Meningkatkan Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat di SMP Nahdatul Ulama.

Pendahuluan/Latar Belakang masalah

   Pendidikan merupakan salah satu pilar yang utama untuk kemajuan bangsa, kemajuan peradaban, serta kehormatan suatu negara dapat dilihat melalui lembaga-lembaga pendidikannya yang memiliki mutu. Dimana yang dapat berhasil dalam menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia masa depan yang berilmu, berbudaya, dan bermoralitas tinggi. Dalam agama Islam juga mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan derajad penghidupan. Pemerintah Pusat telah memberikan kewenangan yang luas kepada daerah untuk mengurus dan mengatur rumah tangganya sendiri, yang termasuk di dalamnya kewenangan dalam mengatur aspek pendidikan.

Tujuan dan fungsi penyelenggaraan pendidikan dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II Pasal 3. Dalam upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka perlu dilakukan usaha nyata dalam proses pendidikan yang bersifat formal maupun non formal yang merupakan tanggung jawab dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Hal ini mengisyaratkan bahwa lembaga pendidikan hendaknya tidak menutup diri, melainkan selalu melakukan interaksi dengan orang tua dan masyarakat sekitar selaku penanggung jawab pendidikan. Dengan demikian sekolah dapat bekerjasama dalam mengatasi permasalahan pendidikan yang muncul dan memajukannya. Dalam rangka untuk mencapai tujuan dalam menjalin hubunga kerjasama yang baik antara sekolah dengan masyarakat (humas) dibutuhkan perbaikan dan strategi yang baik dari pihak-pihak yang terkait.

Penulis melakukan pengamatan awal di SMP Nahdatul Ulama Medan yang memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat setempat, hal ini dilihat dari antusiasnya dan aktivitas masyarakat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah tersebut. Contohnya seperti dalam kegiatan keikutsertaan warga dalam gotong royong membersihkan parit jalan yang dilalui warga, warga ikut serta membantu perbaikan fasilitas sekolah. Berdasarkan uraian tersebut penulis jurnal tertarik untuk melakukan pembahasan lebih lanjut tentang “Manajemen Humas dalam meningkatkan Hubungan Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat di SMP Nahdatul Ulama”

 

Fokus Pembahasan

Fokus pembahasan yang digunakan dalam penulisan ini adalah mengenai manajemen humas yang ada di SMP Nahdatul Ulama dalam meningkatkan hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar sekolah. Penelitian yang dilakukan penulis diarahkan pada upaya menganalisis paparan penilitian untuk mengungkapakan hasil temuan penelitian yang ada di lapangan. Disini penulis ingin memberikan gambaran hubungan antara manajemen humas dalam meningkatkan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Pengelolaan manajemen humas melakukan pengelolaan dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada dilingkungan sekitar sekolah tersebut. Hal ini akan membuat pelaksanaan program akan lebih terarah. Kegiatan humas di sekolah pada intinya untuk memperlancar komunikasi, kerjasama dengan masyarakat. Di dalam penulisan ini penulis mengungkapkan bagaimana perencanaan manajemen humas, pelaksanaan manajemen humas, faktor pendukung dan penghambat manajemen humas, serta peran masyarakat di SMP Nahdatul Ulama Medan.

Untuk mendapatkan semua data yang diinginkan, maka penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif naturalistik. Penelitian kualitatif naturalistik adalah penelitian yang menekankan sumber daat yang diperoleh dari lapangan yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif (kata-kata tertulis, gambaran, maupuan perilaku yang dapat diamati). Dalam pengumpulan data, penulis jurnal menggunakan teknik meliputi 1) observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data penulis jurnal menggunakan model Milles dan Heberman yang terdiri dari 1) reduksi data, 2)penyajian data, 3)menarik kesimpulan.

Dalam mengemukakan fokus penelitian, penulis jurnal dengan sangat jelas menyampaikannya. Serta dalam menuliskan metode penelitian, pengumpulan dan analisis data yang dipakai ditulis dengan sistematis dengan bahasa yang mudah dimengerti pembaca dengan baik. Metode, teknik pengumpulan dan teknik analisis data yang digunakan penulis jurnal juga sudah sangat sesuai untuk mendapatkan data dengan hasil akhir berupa uraian deskriptif.


Hasil atau Temuan

  1. Perencanaan humas di SMP Nahdatul Ulama, pihak sekolah selalu melakukan musywarah dengan melibatkan semua guru-guru serta melibatkan salah seorang warga dari masyarakat atau komite yang digunakan sebagai sarana sekolah dalam mempertimbangkan sebuah keputusan yang dibuat. Selain itu pada tahap ini pihak sekolah juga membicarakan 5W+1H.
  2. Pelaksanakan kegiatan humas di SMP Nahdatul Ulama pada dasarnya menekankan adanya komunikasi yang baik serta terciptanya rasa persaudaraan antara sekolah dengan masyarakat. Bentuk realisasinya berupa kegiatan temu ramah dengan masyarakat setempat, seperti home visit, promosi sekolah, kegiatan islami seperti PBHI, yang didalmnya dapat melibatkan masyarakat, kunjungan ke sekolah dan lainnya.
  3. Faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan kegiatan humas. Faktor pendukungnya ialahmasyarakat selalu aktif dalam berbagai kegiatan humas, seperti ikut dalam membantu acara perlombaan yang dibuat untuk mempromosikan sekolah, kegiatan PBHI dan kegiatan lainnya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah masyarakat cepat dalam bertindak namun lambat dalam berfikir, sekolah berharap masyarakat dapat memberikan masukan guna mengembangkan kegiatan humas yang dilakukan, namun masyarakat cenderung hanya diam saja.
  4. Masyarakat sanagt membantu dalam pencapaian tujuan SMP Nahdatul Ulama. Karena dengan adanya masyarakat yang antusias dalam bekerjasama dengan pihak sekolah akan meningkatkan publisitas sekolah tersebut. Peran masyarakat selain dalam memabantu kegaiatan sekolah juga memberikan saran dan penilaian pada suatu kegiatan yang dilakukan sekolah guna mencapai tujuan pendidikan sekoah tersebut. Dan saran tersebut digunakan sebagai acuan dalam membuat perencanaan berikutnya.

Dalam menyampaikan hasil pengamatannya di SMP Nahdatul Ulama dilakukan penulis  dengan sistematis mulai dari tahap perencanaan, kegiatan, sampai akhirnya bagaimana. Penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta tidak berbeli-belit. Disini penulis dapat menggambarkan situasi manajemen Humas di SMP Nahdatul Ulama dengan baik sehingga pembaca dapat mudah mengerti apa yang ingin disampaikan penulis pada pembacanya.

Identitas Asli Artikel

·      Judul Artikel                           : Manajemen Humas dalam Meningkatkan Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat di SMP Nahdatul Ulama Medan

·      Penulis                                     : Diky Hidayat

·      Jurnal Penerbit                         : Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

·      Volume, Nomor, Tahun          : Volume 01, Nomor 05, Tahun 2017

· Link Artikel                : http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/benchmarking/article/view/1115/861


Kamis, 12 November 2020

MANAGEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN

a. Pengertian Managemen keuangan

     Menurut Hersey dan Blanchard (1988:4) managemen adalah proses bekerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya yang lainnya dalam mencapai tujuan organisasi sebagai aktivitas menejemen. Sehingga managemen keuangan pendidikan merupakan kegiatan mengelola keuangan dalam bidang pendidikan. Menurut Lipham 1985, Keith 1991 managemen keuangan pendidikan merupakan usaha memperoleh dan menetapkan sumber sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggung  jawaban keuangan dalam urusan layanan pendidikan. Dalam berbagai pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa managemen keuangan pendidikan adalah sebuah runtutan atau rangkaian aktivitas dan usaha guna mengelola keuangan lembaga pendidikan, mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung jawaban keuangan lembaga pendidikan. 


b. Tujuan managemen keuangan pendidikan

Managemen keuangan pendidikan berfungsi untuk mengelola keuangan dalam lembaga pendidikan agar sesuai dengan tata tertib serta dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu menurut dosen administrasi pendidikan FIP UPI Bandung (2000;261) menjelaskan bahwa tujuan menejemen pendidikan salah satunya yaitu menjamin agar dana yang tersedia dapat dipergunakan dengan baik untuk kegiatan lembaga pendidikan, dan apabila ada kelebihan diinvestasikan kembali


c. Ruang lingkup managemen keuangan pendidikan

1.Penyusunan perencanaan anggaran (budgdgeting), Perencanaan anggaran merupakan sebuah kegiatan yang mengidentifikasi tujuan sebagai prioritas dan dijabarkan kedalam penampilan oprasional yang dapat diukur serta membuat rekomendasi alternative pendekatan untuk mencapai sasaran. 

2.Pembukuan (accounting), Dalam Pembukuan terdapat dua kepengurusanya yaitu pengurusan ketatausahaan dan pengurusan kebendaharaan. Didalam pembukuan harus memahami perihal buku pos, faktur,buku kas, lembar cek, jurnal, buku besar, buku kas piutang, neraca percobaan.

3.Pemeriksaan (auditing), Pemeriksaan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pertanggung jawaban penerimaan, penyimpanan serta pembayaran ataupun penyerahan uang yang dilakukan bendahara kepada pihak pihak yang berwenang. 


d.Efektivitas 

Menurut Bagi Yudhaningsih, R (2011) menjelaskan keefektifan merupakan derajat dimana sebuah organisasi mencapai tujuannya. Keefektifan itu merupakan kesesuaian antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang telah dirumuskan. 

Kamis, 29 Oktober 2020

  MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

 1.Pengertian

Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tenaga kependidikan adalah tenaga-tenaga (personil) yang berkecimpung dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang memiliki wawasan pendidikan dan melakukan kegiatan pelaksanaan pendidikan atau penyeleggara pendidikan.

Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan pada pendidik/guru dan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui sumber daya manusia yang ada dalam lembaga pendidikan.

2.Hak dan Kewajiban Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Undang-undang no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 40, dinyatakan bahwa hak dan kewajiban pendidik adalah sebagai berikut:

1. Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh :

a. Penghasilan dan Jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai.

b. Penghargaan sesuai dengan tugas dasn prestasi kerja.

c. Pembinaan karir sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. 

d. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual.

e. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan berkewajiban :

Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan logis.

 Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

3.Tujuan Pengelolaan Pendidik dan Tenanga Kependidikan

Tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan secara umum adalah :

Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi.

Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki karyawan.

Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi ketat, sistem kompensasi dan intensif yang disesuaikan dengan kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan organisasi dan individu.

Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi.

Menciptakan iklim kerja yang harmonis.

 

4.Tugas dan Fungsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Menurut Departemen Pendidikan Budaya (1983), berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 Pasal 39. Tugas dan fungsi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai berikut : (1) Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (2) Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Kamis, 22 Oktober 2020

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

 Manajemen peserta didik berasal dari gabungan dua kata yaitu manajemen dan peserta didik. Manajemen merupakan suatu proses yang khas terdiri atas tindakan-tindakan berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan pengertian peserta didik adalah sebagai suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menghasilkan manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Jadi dapat dikatan bahwa manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

 

Fungsi manajemen peserta didik secara umum adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, sosialnya, aspirasinya, kebutuhannya dan potensi peserta didik lainnya.

 

Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar disekolah. Tujuan khusus manajemen peserta didik adalah sebagai berikut :

Ø Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotorik peserta didik,

Ø Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik,

Ø Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik,

 

Kegiatan dalam manajemen peserta didik meliputi:

a) Perencanaan terhadap peserta didik

b) Pembinaan peserta didik

c) Evaluasi Peserta Didik

d) Mutasi Peserta Didik

Selasa, 06 Oktober 2020

Manajemen Kurikulum

     Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya “pelan” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Seiring dengan berkembangnya zaman, kurikulum diubah artinya menjadi seperangkat rencana dan pengaturan yang dilaksanakan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang     Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujua, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.  Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. 

Manajemen merupakan suatu ilmu/seni yang berisi aktivitas perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengendalian (controlling) dalam menyelesaikan segala urusan dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada melalui orang lain agar mencapai tujuan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. 

Manajemen memiliki tiga fungsi utama dalam pengembangan kurikulum sistem sekolah, yaitu:

1. Membangun misi sistem sekolah dalam hal yang dapat dinilai dan dapat ditiru.

2. Mengkonfigurasi secara efektif dan efisien sumber daya sistem untuk menyelesaikan misi.

3. Menggunakan umpan balik yang diperoleh untuk melakukan penyesuaian agar misi tetap sesuai dengan hanya biaya yang disepakati. 

Kemudian terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kurikulum, yaitu: 

(a) Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan kurikulumharus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum. 

(b) Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan demokrasi, yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum. 

(c) Kooperatif, untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum, perlu adanya kerja sama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat. 

(d) Efektif dan efisien, rangkaian kegiatan manajemen harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum, sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relatif singkat.

(e) Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi dan tujuan kurikulum.


Dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan manajemen kurikulum agar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum berjalan dengan dengan efektif, efisien, dan optimal dalam memberdayakan berbagai sumber belajar, pengelaman belajar, maupun komponen kurikulum. Ada beberapa fungsi dari manajemen kurikulum di antaranya sebagai berikut : 

(a) Meningkatkan efiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum, 

(b) Meningkatkan keadilan (equality) dan kesempatan pada peserta didik untuk mencapai hasil yang maksimal,

(c) Meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan, 

(d) Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran,

(e) Meningkatkan efisensi dan efektivitas proses belajar mengajar.


Keterkaitan antara kurikulum dan pendidikan sangatlah erat, sehingga hubungan keduanya saling berkesinambungan. Dimana kurikulum merupakan salah satu bagian komponen dari pendidikan yang mana digunakan sebagai penunjang keberhasilan suatu pendidikan. Karena itu, keduanya memiliki hubungan fungsional, yaitu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional diperlukan kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran sebagai kegiatan yang sangat menentukan pencapaian tujuan pendidikan. 

Jumat, 25 September 2020

Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah

 A.Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

MBS adalah bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, yang dalam hal ini kepala sekolah dan guru dibantu oleh komite sekolah dalam mengelola kegiatan pendidikan. Esensi MBS adalah pemberian otonomi sekolah/madrasah dalam rangka peningkatan mutu sekolah/madrasah.

 

B.Dasar Hukum

Yang menjadi dasr hukum MBS adalah UU Sisdiknas Pasal 51 ayat 1 yang berbunyi: “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengahdilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”

 

C.Indikator MBS

Ø Proses penentuan kebijakan sekolah ditetapkan oleh sekolah yang dilakukan oleh semua pemangku kebijakan (stakeholders) pendidikan di sekolah.

Ø Kewenangan bertumpu pada sekolah.

Ø Kepemimpinan dalam MBS harus dilakukan secara demokratis dan partisipatif.

Ø Sekolah dituntut secara mandiri menggali, mengalokasikan, menentukan prioritas, mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pemerintah.

 

D.Alasan Pentingnya Manajemen Berbasis Sekolah

² MBS dapat meningkatkan akuntabilitas kepada sekolah dan guru terhadap peserta didik, orang tuasiswa, dan masyarakat.

² MBS memberikan keterbukaan kepada semua pemangku kepentingan dalam memberikan saran dan masukan untuk penentuan kebijakan-kebijakan penting yang diperlukan oleh sekolah.

 

E.Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah

Tujuan umum adanya MBS adalah untuk meningkatkan kemandirian sekolah melalui pemberian kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong keikutsertaan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah dalam pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu sekolah.

Tujuan khususnya, meliputi:

ü Membina dan mengembangkan komponen manajemen komponen manajemen kurikulum dan pembelajaran melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mngembangkan komponen manajemen peserta didik melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mengembangkan kompoenen manajemen pendidik dan tenaga kependidikan melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mengembangkan komponen manajemen sarana dan prasarana melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mengembangkan komponen manajemen pembiayaan melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mengembangkan komponen manajemen hubungan sekolah dan masyarakat melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

ü Membina dan mengembangkan komponen manajemen budaya dan lingkungan sekolah melalui 4 proses manajemen sekolah yang lebih efektif.

Tujuan MBS juga untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan.

 

F.Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah

1) Sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pad tugas (otonom)

2) Mendorong profesionalisme kepala sekolah dalam peranannya sebagai manager maupun pemimpin sekolah (keleluasaan)

3) Mendorong guru untuk berinovasi dengan melakukan eksperimentasi dilingkungan sekolah (penyusunan kurikulum)

4) Meningkatkan rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah (kurikulum efektif)

5) Meningkatkan komitmen berbagai pihak sekolah (partisipasi)

6) Pengelolaan sekolah lebih akuntabel, transparan, egaliter, dan demokratis serta menghapus monopoli dalam pengelolaan pendidikan.

 

G.Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah

Prinsip MBS adalah $K PEA yaitu:

² Kemandirian

² Keterbukaan

² Keadilan

² Kemitraan

² Partisipasi

² Efisiensi

² Akuntabilitas

 

H.Proses Manajemen Berbasis Sekolah

Ø Perencanaan

Ø Pengorganisasian

Ø Pelaksanaan

Ø Pengawasan

 

I.Tingkat Manajemen Berbasis Sekolah dalam Pemberian Kewenangan

Kewenangan hanya dari kepala sekolah kepada para guru saja.

Penyerahan kewenangan manajemen telah diserahkan oleh kepala sekolah kepada para guru dan sampai kepada siswa dan partisipan orang tua siswa melalui komiter sekolah dan juga kepada masyarakat (semua pemangku kebijakan)

 

J.Faktor yang Perlu Diperhatikan

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam MBS adalah:

ü Kewajiban sekolah

ü Kebijakan dan prioritas pemerintah

ü Peran orang tua dan masyarakat

ü Peran profesionalisme dan manajerial

ü Pengembangan profesi

 

K.Strategi Peningkatan Mutu melalui Manajemen Berbasis Sekolah

1) Menciptakan prakondisi yang kondusif untuk menerapkan MBS

2) Membangun budaya sekolah yang demokratis, transparan, dan akuntabel

3) Pemerintah pusat lebih memainkan peran monitoring dan evaluasi

4) Mengembangkan model program pemberdayaan sekolah

 

L.Komponen Manajemen Berbasis Sekolah

a) Perencanaan dan evaluasi program

b) Kurikulum

c) Program pembelajaran

d) Peserta didik

e) Pendidik dan Tenaga Kependidikan

f) Sarana dan Prasarana

g) Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

h) Keuangan

i) Budaya dan Lingkungan Sekolah

 

M.Keuntungan Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah

Beberapa keuntungan dari menerapkan manajemen berbasis sekolah:

Ø Membuat para individu yang kompeten di sekolah untuk membuat keputusan yang dapat meningkatkan pembelajaran

Ø Meningkatakn semangat guru dan para petugas lainnya pada semua level sekolah

Ø Memberikan hak bersuara pada seluruh komunitas sekolah dalam pengambilan keputusan

Ø Kebijaksanaan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik, orangtua dan guru.

Ø Bertujuan untuk mengembangkan sumber daya local

Ø Menekan akuntabilitas untuk pengambilan keputusan

Ø Mendorong anggaran yang realistic

Ø Efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik, dll.

 

Kamis, 24 September 2020

Supervisi Pendidikan

 A. Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi berasal dari kata “super” “vision” yang memiliki makna kelebihan yang dimiliki oleh orang untuk melihat jauh kedepan. Supervisi Pendidikan yaitu usaha meningkatkan kompetensi dan keamampuan profesional pendidik, tenaga kependidikan dalam upaya mewujudkan proses pelayanan program pendidikan melalui teknik-teknik supervisi yang akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik dan mutu pendidikan.

 

B. Fungsi Supervisi Pendidikan

Fungsi utama supervisi pendidikan adalah untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan dengan memberika bantuan kepada guru dan staf administrasi sekolah agar personil tersebut mampu meningkatkan kinerjanya. 

Fungsi lain dari supervisi pendidikan adalah untuk penelitian, penilaian, perbaikan, dan peningkatan.

 

C. Peranan Supervisor

Supervisor adalah orang yang melakukan supervisi, peranannya meliputi:

1. Supervisor sebagai peneliti

2. Supervisor sebagai konsultan

3. Supervisor sebagai fasilitator

4. Supervisor sebagi motivator

5. Seupervisor sebagai pelopor pembaharuan

 

D. Model Supervisi Pendidikan

Model dalam supervisi dibagi menjadi:

1. Model supervisi konvensional

2. Model supervisi ilmiah

3. Model supervisi klinis

4. Model supervisi artistik

 

E. Pendekatan Supervisi Pendidikan

Pendekatan yang ada di supervisi pendidikan adalah:

1. Langsung (direct approach)

2. Tidak Langsung (indirect approach)

3. Kolaboratif (collaborative approach)

 

F. Teknik-Teknik

Tenik-teknik yang digunakan dalam supervisi pendidikan adalah:

1. Teknik individual

ü Kunjungan kelas (classroom visitation)

ü Obsevasi kelas (classroom observation)

ü Wawancara (interview)

ü Kunjungan antar kelas 

ü Penilaian diri sendiri (self-evaluation)

ü Penilaian teman sejawat 

2. Teknik kelompok

Ø Pertemuan (meeting)

Ø Diskusi kelompok (group discussion)

Ø Diskusi kelompok terfokus (FGD)

Ø Penataran (in-service training)

Ø Seminar, lokakarya, workshop, dan sejenisnya

 

G. Jenis Supervisi Pendidikan

1. Supervisi Akademik

Supervisi akaemik merupakan serangkaian kegiatan membantu mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam supervisi akademik yang menjadi supervisor adalah pengawas mapel, kepala sekolah, Wk. Bid Kurikulum dan yang menjadi obyek supervisinya adalah guru.

2. Supervisi Manajerial

Supervisi manajerial merupakan supervisi yang berkenaan dengan aspek pengeloalaan sekolah terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mecakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kependidikan dan sumber daya lainnya. Dalam supervisi manajerial yang menjadi supervisor adalah pengawas satuan pendidikan (sekolah/madrasah) dan yang menjadi obnjek supervisi adalah KS, Tata Usaha, Wk. Sekolah, Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, Humas, BK, Komite Sekolah.